Kamis, 29 April 2010

guigifgitfgifutiutiutfi


futiuiiuiufiytieyh tyjyuydrttfyfg

kjhkjhkjhkjhkhjk

bnmjjkjhkhjuikuiui

hgfhgfhgfhgfhgfhgfhgfh

tdsdgsdfghhhdhgdghdghgf

piouimopiu

alah tanda husnul khatimah ialah meninggal pada malam atau siang hari Jum’at, dalilnya hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, beliau menyebutkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa s

Selasa, 02 Maret 2010

Muhasabah

Penulis : Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah

Muhasabah (introspeksi) pada jiwa ada dua macam: sebelum beramal dan setelah beramal. Muhasabah sebelum beramal yaitu hendaknya seseorang menahan diri dari

Yang Datang dengan Kebaikan

Penulis: Ummu Ishaq Al-Atsariyyah

Tak sedikit wanita di masa ini yang telah menanggalkan rasa malunya. Dari caranya berbusana, bergaul, dan gaya hidup ‘modern’ lainnya, setidaknya memberikan gambaran fenomena dimaksud. Padahal, Islam telah menjadikan sifat malu ini sebagai sifat mulia, bahkan merupakan salah satu cabang keimanan.

Keberanian Sejati

Penulis: Al Ustadz Adurrahman Lombok

“Tidak semua orang memiliki keberanian sejati. Tahukah anda apakah keberanian sejati itu? Keberanian sejati adalah sikap bersedia dikoreksi bila salah dan siap menerima kebenaran meskipun dari orang yang memiliki kedudukan lebih rendah.”

Nikmat Allah Syukurilah dan Ujian-Nya Sabarilah

Penulis : Al-Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An-Nawawi

Demikian banyak nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada satupun manusia yang bisa menghitungnya, meski menggunakan alat secanggih apapun. Pernahkah kita berpikir, untuk apa Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan demikian banyak nikmat kepada para hamba-Nya? Untuk sekedar menghabiskan nikmat-nikmat tersebut atau ada tujuan lain?

WANDU (Wanita Durhaka)

Tak ada gading yang tak retak. Mungkin pribahasa ini sudah sering terlintas di telinga kita. Kandungan pribahasa ini sering kita jumpai dalam kehidupan kita. Apalagi dalam kehidupan berumah tangga yang penuh dengan problema. Awalnya,

Senin, 15 Februari 2010

safari dakwah

http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1612

Rabu, 10 Februari 2010

radio syiar sunnah

Senin, 25 Januari 2010

Menyikapi Nikmat Dunia Sebagai Ujian

Penulis : Al-Ustadz Abu Muhammad AbdulMu’thi, Lc
Kategori : Akhlak
Menyikapi Nikmat Dunia Sebagai Ujian


Adalah suatu anggapan yang keliru bila cobaan hanya terbatas pada yang tidak mengenakkan saja.
Sebut misalnya kefakiran dan penyakit.

Nikmat Lisan, Untuk Apa Kita Gunakan?

Penulis : Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan
Kategori : Akhlak
Nikmat Lisan, Untuk Apa Kita Gunakan?


Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Al-Mu’thi, Ar-Razzaq, Dzat Yang Maha memberikan berbagai nikmat kepada seluruh makhluk-Nya untuk menegakkan kewajiban dan ketaatan mereka kepada-Nya semata. Itulah salah satu bukti rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Berdamai itu Lebih Baik

Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Kategori : Mengayuh Biduk
Berdamai itu Lebih Baik


Kebersamaan sepasang insan yang dijalin dengan pernikahan tak selamanya seia sekata. Di antara mereka terkadang ada ketidakcocokan yang dapat memicu pertikaian.

Ada yang tidak bisa mencintai pasangannya sehingga kebersamaan terasa hambar dan ingin diakhiri. Bisa jadi cinta itu tidak pernah tumbuh sejak awal pernikahan ataupun pernah ada cinta kemudian pupus di belakang hari,

Memaafkan Kesalahan dan Mengubur Dendam

Penulis : Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc
Kategori : Akhlak
Memaafkan Kesalahan dan Mengubur Dendam


Waktu terus berputar dan beragam peristiwa ikut mengiringi derap langkah kehidupan manusia. Adalah kenyataan bahwa problematika hidup bermasyarakat sangatlah kompleks. Yang demikian itu karena masyarakat berikut seluruh lapisannya memiliki karakter dan kepribadian yang tidak sama.

Qalbu yang Selalu Mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala

Penulis : Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar
Kategori : Oase
Qalbu yang Selalu Mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala


Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sambil memegang kedua pundakku:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
“Tinggallah di dunia ini seakan-akan kamu sebagai orang asing atau orang yang numpang lewat.”

Makna Terorisme dalam Pandangan Islam

Makna Terorisme dalam Pandangan Islam
Senin, 20 November 2006 - 00:58:38 :: kategori Fatwa-Fatwa
Penulis: Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain
.: :.
Fatwa Syeikh Zaid bin Muhammad bin Hady Al-Madkhaly

Dalam kitabnya yang berjudul Al-Irhab Wa Atsaruhu ‘Alal Afradi Wal Umam (Terorisme dan dampaknya terhadap individu dan umat), beliau menulis pembahasan yang sangat mengagumkan dalam menguraikan makna dan hukum terorisme. Berikut ini adalah perkataan beliau :

“Manusia dalam penggunaan kata Irhab berada pada dua kutub dan satu (yang lainnya-pen.) berada di pertengahan :

Minggu, 06 Desember 2009

BIOGRAFI PENULIS(Luqman bin Muhammad Ba’abduh. )

Nama lengkap penulis adalah Luqman bin Muhammad Ba’abduh. Dilahirkan di Kota Bondowoso Jawa Timur pada tanggal 13 Mei tahun 1971

Pada awal tahun 1994, Allah memberi kemudahan untuk berangkat ke Negeri Yaman

Benarkah Syaifudin Zuhri Murid Syaikh Muqbil?

Benarkah Syaifudin Zuhri Murid Syaikh Muqbil?

Media massa melansir surat teroris Syaifudin Zuhri, yang di antara isinya : Teman-teman Indonesia tidak ada yang memahami pergerakan udin ini karena sudah antipati dan menuduh udin ikut gerakan salafi mukbil.”

Rabu, 02 Desember 2009

Kebodohan Merusak Kebersamaan(ustd umar as sewed)

Sabtu, 06 Oktober 2007 - 05:51:04 :: kategori Manhaj
Penulis: Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
.: :.
Orang-orang yang cerdas dan berilmu niscaya mengetahui betapa pentingnya kebersamaan. Sehingga mereka benar-benar menjaga kebersamaan dalam jamaah kaum muslimin dan penguasa

masukan kata yg kalian cari....

pembuat blog ini

Foto saya
pekalongan, jawa tengah, Indonesia
"Sesungguhnya Islam itu berawal dalam keadaan asing (aneh), dan akan kenbali dalam keadaan asing (aneh) sebagaimana awalnya. Maka kebahagiaanlah bagi orang-orang yang asing (aneh). Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah orang-orang yang asing (aneh) itu?" Beliau menjawab, "Orang-orang yang melakukan kebaikan selagi manusia melakukan kerusakan." [HR. Ad-daulaby] Tentang Saya: Berharap termasuk dalam hadist berikut ; "Kebahagiaan bagi orang-orang yang asing (aneh), yaitu mereka yang berpegang kepada kitab Allah ketika ia ditinggalkan, dan mengetahui (mengamalkan) Sunnah tatkala ia dipadamkan." [HR. Ibnu Wadhdhah]

radio syiar sunnah

islamic menu